Halaman

Friday, September 4, 2015

permata indah

Jarum jam menunjukkan pukul sembilan pagi, sudah lima menit berlalu sejak jeda akhir pelajaran jam pertama di sekolah. Aku masih berdiri dengan mimik wajah memelas di ruangan kelas delapan A. Kelas “spesial”. Kali ini aku kehilangan kesabaran. Aku tidak jadi memberikan pelajaran kepada para siswa di kelas tersebut karena mereka tidak belum pantas mendapatkannya. Akhirnya aku harus menjelaskan kepada mereka tentang urutan “akhlak”, “ilmu” dan “amal”, mana yang harus didahulukan.
Lima menit kemudian aku menuju kelas sembilan A,
kelas para calon orang bijak. InsyaAllah mereka sudah mendahulukan akhlak sebelum ilmu. Aku memasuki ruangan setelah beberapa menit menunggu siswa laki-laki yang sedang merapikan pakaian setelah pelajaran olahraga. Aku menunggu bersama para calon ibu yang santun. Senyum terasa ringan jika harus kusedekahkan ke mereka.
Masuk ruangan kemudian duduk di salah satu kursi siswa, pertanyaan salah satu siswa menyambutku. “Menunggu shalat dhuha di kelas ini, Ustadzah?”. Aku menjawab dengan angukan dan jawaban ya beserta senyum terbaik pagi ini.
Seketika itu juga, Adis, murid paling "unik" di kelas tersebut mendekati dan menyapa. Murid laki-laki lain pun datang, ikut mendengarkan percakapan kami.
"Ust, kok ndak sekalian ikut shalat?" tanya Adis.
"Oh iya.." jawabku kikuk.
"Ikut shalat gitu lho Ust, seperti ustadz Afif, jika menunggu shalat dhuha di kelas kami selalu ikut shalat" saran Adis.
"baiklah, InsyaAllah setelah selesai menunggu shalat dhuha di kelas ini saya akan melaksanakan shalat dhuha sendiri serta lain kali saya akan berusaha untuk tidak hanya menunggui shalat dhuha di kelas-kelas, namun saya juga akan megikuti shalat." sahutku.

Masya Allah, nikmat mana lagi yang akan aku dustakan? Allah telah menganugerahkan permata-permata indah di sekolah ini yang mereka tidak hanya mendapatkan cahaya dari guru-guru mereka, mereka pun juga memberikan sinar terang mereka kepada guru-gurunya. Betapa pedulinya mereka!to be continued

No comments:

Post a Comment