Pernahkah engkau merasakan cinta? Pernah. Pernahkah engkau memendam perasaan? Pernah. Pernahkah engkau jatuh cinta dan ternyata orang yang engkau cintai membalasnya? Belum.
Jika cinta antara seorang laki-laki dan perempuan adalah sebuah ikatan suci, maka buktinya adalah sebuah pernikahan. Aku, di dua puluh enam tahunku saat ini, begitu berharap akan janji ikatan suci tersebut.
Aku telah tumbuh dewasa menjadi wanita yang hampir memiliki segalanya, kecuali sebuah ikatan pernikahan. Aku memiliki kedua orang tua yang sangat mencintaiku. Aku memiliki saudara-saudara yang siap mendukung segalanya yang baik untukku. Aku mempunyai sahabat-sahabat yang siap menepuk pundakku dan menyodorkan pundaknya untukku ketika masalah datang berhadangan. Aku memiliki pekerjaan yang barokah, insyaAllah.
Seseorang yang begitu aku rindukan kehadirannya selama beberapa tahun terakhir. Dimana dia berada?, apa yang sedang dia lakukan saat ini?, bagaimana cara Allah mempertemukan kami?, hal-hal itu menjadi pengisi pikiranku setiap harinya.
Atau, sudahkah kita bertemu? ...
Aku, ingin bertemu denganmu, wahai belahan jiwaku. Jika memang kita sudah bertemu, Aku ingin membuatmu menjadi pilihanku dan menjadikanmu sebagai pilihan yang tepat. Aku ingin sekali mengucapakan kalimat "Aku cinta padamu", setiap hari. Aku ingin engkau mengucapkan padaku sebuah janji ikatan suci "Kita, menikah saja!"
Read More..